Oleh: peace19 | 22 Desember, 2007

Ujian Nasional Membuat Kita Paranoid?

Judul di atas tampaknya benar meskipun belum ada penelitian ke arah sana. Kita (dalam hal ini semua pihak mulai siswa, guru, orang tua, kepala diknas) cukup cukup dibuat kerepotan bahkan ada yang ketakutan berlebihan.
Betapa tidak? Ada banyak sekolah yang menyiapkan ujian nasional dengan mengadakan les-les tambahan di sekolah beberapa bulan, bahkan setahun (Ada pula yang tiga tahun telah menyiapkannya).
Sementara itu orang tua tidak kalah khawatirnya, mereka selalu mengingatkan anaknya tidak luput doa dan prihatinnya. Yang punya uang lebih akan mengirimkan anaknya ke berbagai bimbingan belajar.
Yang lebih khawatir lagi para siswanya. Mereka harus belajar giat, bahkan di luar kemampuan mereka. Demi les tambahan mereka harus pulang hingga malam hari.
Bagi kepala sekolah dan kepala diknas kabupaten /kotamadya, ujian nasional bisa menjadi ‘tes case’ bagi keberhasilan kepemimpinannya. Karena itu dikabarkan ada pembentukan team sukses demi kelulusan siswa. Meskipun isu ini sulit dibuktikan secara hukum di lapangan, namun kenyataan ini sudah terjadi.
Permasalahannya, ujian nasional telah mengakibatkan anomali (penyimpangan) di lapangan. Pemerintah pusat (dalam hal ini depdiknas) menyadari hal tersebut dan berusaha mencari solusinya.
Membatalkan ujian nasional bukan pilihan yang tepat. Merevisi sistemnya adalah pilihan bijak.


Responses

  1. OI DEPDIKNAS AND MENTERI PENDIDIKAN KENAPA GA BUAT TEMPAT LES DI SEMUA TEMPAT AJA DAN SEMUA KOTA LUMAYAN JG UNTUK MENGURANGI BEBAN MEREKA …. JGN KERJAANNYA KORUPSI MULU DEH…

  2. can you translate this statement in english then send in my e mail

  3. UN…
    9 hari lagiii…
    smangadh…
    Tuhan,,,aQ pengen lulus…
    Amiiin…

  4. pak mentri emg pak mentri dulu waktu SMA nilai rata-ratanya 5,25?? gak kan?? gak mungkin deh…
    Coba anda ikut ngerjain soal2 UNAS, Lulus gak lo pak mentri??
    jagn bisanya cuma ngrokok minum kopi, baca koran duduk manis pake sarung

  5. pak mentri kok tiap tahun nilai UN naik truz,pak mentri gk kacian apa klo i2 mengakibatkan banyak pengganguran juga. Paling tdk beri kbjakan yang adil….

  6. Buat ku sebagai guru (dulu murid, tapi cerdas jadi ga pernah paranoid hadapi ujian), gak terlalu penting uan itu, apalagi uan, gelarpun sebenarnya ga penting-penting amat. Yang penting itu gimane caranya ente menemukan sesuatu yang spektakuler, belum terpikirkan orang, original, laku di pasar global, murah meriah, pasti ente bakal pintar dan kaya.

    Gak lulus gapapa, kan ada peket B, C dst. Asal bisa nyolder aja pasti dapat makan. Toh jadi presiden di Indonesia ga harus pinter2 amat khan? (tuh si amat cemberut)

  7. Pak, soal UN jan susah2 ya?biar lulus smw,

  8. Pak, soal UN jangan susah2 ya?biar lulus smw,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: